internasional

nasional

cerita

» » » Perempuan Muda dan Manusia Mungil



Kurasa, ingatanku agak buram tentang pertemuan terakhir. Kau datang menghampiriku 10 menit setelah ban motor yang bocor selesai ditambal, didepan bengkel –kuranglebih 100 meter disamping kiri Balikpapan center—kutengok kau berada didalam mobil –aku lupa warnanya—sambil melempar senyum buatku. Lalu kukendarai motor dan pergi bersama –kau mengendarai mobil—lurus kearah melawai. Sementara berkendara, terpikir tentang perempuan yang sedang duduk dibelakang stir. Oh, inikah kawanku, anggun, bersuami, mengendarai mobil didepanku. Seperti baru pertama aku melihatnya pandai mengendarai (lain kali saja kuceritakan).



Sampai kini, hanya sedikit ingatan tentangmu yang masih ada. Sekian tahun tak jumpa, lalu kulihat satu potret manusia kecil, mungil dengan nama Emmanuel Gloryfied Hotmartua Sitinjak. Kurasai kau sedang berbahagia, lega dengan hadirnya manusia mungil itu ada didekatmu. Harimu akan diselingi dengan tangis lucunya, senyum manisnya, tawa hiburnya. Disetiap kesempatan, kedua tanganmu akan selalu dekat menjaganya, menggendongnya, menyusuinya, menjauhkannya dari semua hal yang mengganggunya. Dunia luar masih saja kejam, manusia mungil itu tak akan bertahan tanpa tanganmu, tanpa sayangmu. Jagalah, rawatlah, lindungilah. 

Berbahagialah kau menjadi ibu. Lain kesempatan aku ingin berjumpa, bukan denganmu, tapi Si Manusia Mungil. 


Aku teringat Nyai Ontosoroh dalam Bumi manusia karya Pramudya. Perempuan yang kukagumi, tegar, dan gigih melindungi anaknya dari marabahaya. Sungguh, wanita tangguh yang pernah masuk dalam pikiranku.
 

About Dodoy Kudeter

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply