internasional

nasional

cerita

Sudisman

Silahkan DOWNLOAD DISINI

Kitab Merah

Silahkan ">DOWNLOAD DISINI

Dosa media Amerika

Silahkan DOWNLOAD DISINI

Belajar Bahasa Jepang

Silahkan DOWNLOAD DISINI

Kearifan pelacur

Silahkan DOWNLOAD DISINI

Female orgasm black book

Silahkan DOWNLOAD DISINI

Cara cerdas menggunakan waktu

Silahkan DOWNLOAD DISINI

Mimpi Kartini

Sikap Politik PEMBEBASAN
“Jika saja masih anak-anak ketika kata-kata 'Emansipasi' belum ada bunyinya,
belum berarti lagi bagi pendengaran saya, karangan dan kitab-kitab tentang kebangunan kaum putri masih jauh dari angan-angan saja,
tetapi di kala itu telah hidup di dalam hati sanubari saya satu keinginan yang kian lama kian kuat,
ialah keinginan akan bebas, merdeka, berdiri sendiri.” (Surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 25 Mei 1899)

Bincang mahasiswa Hubungan Internasional (uraian ringkas korupsi sistematis dan kritik epistemologi)

Bincang Mahasiswa Hubungan Internasional.
(uraian ringkas korupsi sistematis, kritik epistemologi dan anomali objektifitas pengetahuan)
oleh: Dudi

Bercengkrama ringan dengan seorang Professor HI, saya menanyakan tentang penyelenggara jurusan/prodi HI terbaik dari Universitas mana?
Dengan cepat dia menjawab: Harvard.

Setelah itu saya mengecek langsung dari internet daftar 10 universitas terbaik di dunia untuk studi Hubungan Internasional, dan benar saja, peringkat pertama adalah Harvard, lalu di ikuti nama tenar lainnya seperti: Georgetown University, John Hopkins, Yale, dsb.

Lelaki Tua yang kusebut Mbah



Senin, 31 maret 2014. Bertepatan dengan hari waisak.

Siang ini, aku mendapat kabar duka dari ade kesayanganku. Subuh tadi, bapak dari ibuku meninggalkan dunia. Rasanya tak seperti telah kehilangan, tak sedih, tak menangis. Seperti inikah aku sekarang? Tak berperi, tak berasa. Kabar duka itu seakan biasa, tak menyambar. 

Wajah berkeriput dengan senyum, baju baju khas jawa dan kain batik yang menutupi bagian berut hingga matakaki, logat jawa kental. Hanya itu yang kuingat. Sungguh, kiranya aku telah berdosa? Sedikitpun tak kumengenal. Beliau adalah bapak dari ibuku, laki-laki tua yang kupanggil mbah. 

Perempuan Muda dan Manusia Mungil



Kurasa, ingatanku agak buram tentang pertemuan terakhir. Kau datang menghampiriku 10 menit setelah ban motor yang bocor selesai ditambal, didepan bengkel –kuranglebih 100 meter disamping kiri Balikpapan center—kutengok kau berada didalam mobil –aku lupa warnanya—sambil melempar senyum buatku. Lalu kukendarai motor dan pergi bersama –kau mengendarai mobil—lurus kearah melawai. Sementara berkendara, terpikir tentang perempuan yang sedang duduk dibelakang stir. Oh, inikah kawanku, anggun, bersuami, mengendarai mobil didepanku. Seperti baru pertama aku melihatnya pandai mengendarai (lain kali saja kuceritakan).


Setelah 5 Tahun Lewat (oleh: Si Kacamata Kosong)

Rasa rasanya, berbahagialah para peserta tahun ini. Tak seperti lima tahun sebelumnya. Peserta tahun ini tidak lebih banyak. Berjatuhan satu demi satu, seperti hukum rimba saja? Selanjutnya, bagi calon peserta yang kurang beruntung, kalimat pamungkas “ silahkan coba lagi” seolah menjadi kawan dekat yang menjengkelkan. 

Sementara, aku juga memikirkan hal lain, football club asal spanyol yang kudukung –tidak sepenuh hati—dalam dua kali pertandingan terakhir berhasil dikalahkan. Itu juga rasanya menjengkelkan. Juga ada rasa senang, kiraanku melebihi rasa jengkel. Aku senang, aku tak pernah sesal telah memilih mendukungnya. Rasa kecewa pernah ada dulu, itu ditujukan keseorang pelatih bernama mourinho. Dia pergi, meninggalkan club (lain kali kuceritakan panjang lebar).

Manifesto Komite Politik Alternatif

LAWAN PEMILU 2014, BANGUN PARTAI ALTERNATIF !

Dengan semakin mendekatnya PEMILU 2014, rakyat semakin dihadapkan pada pilihan yang tidak ada bedanya. Wajah tokoh-tokoh caleg terpampang di setiap sudut jalan dengan tulisan-tulisan “mohon doa restu” atau “bersih, tegas, peduli”, dsb. Tetapi kami tahu, dan rakyat sebenarnya tahu, tidak ada satu pun calon dan partai yang akan menjawab persoalan rakyat.

Kemunduran politik dalam PEMILU 2014 sekarang justru terjadi disaat para calon dan partai tidak lagi perlu mengusung program dan janji kepada rakyat. Kegagalan elite-elite politik dalam merealisasikan janji dan program kesejahteraan pada pemilu lalu bukan dijawab dengan memperjelas program dan mempertegas kontrol rakyat dalam mengawal program berikut calon-calon terpilih nanti nya, tetapi justru memundurkannya pada penokohan/figurisasi semata yang membodohkan melalui media-media massa. Kita rakyat Indonesia tidak bodoh!