internasional

nasional

cerita

thanks men..

Sejak aku tidak menjalin hubungan lagi dengannya ( marbun ), hal yang kurasakan mungkin saja sama dengan orang-orang yang kehilangan atau ditinggalkan sesuatu yang disayanginya. Setelah sekian waktu menjalani hal-hal  hebat bersama, sampai hal yang paling gila pun pernah kita lakukan. Namun., hal itu tidak berjalan  sesuai dengan kisah dongeng yang selalu berakhir dengan bahagia. Sebulan sejak kami menyudahi hubungan perasaanku masih nggak karuan, marah, kesal, sakit hati, jengkel. Rasa-rasa seperti itu tinggal di batinku. Bisa di bilang, gairahku akan hidup tertuju pada satu perempuan ini. Jika tak ada dia, gairahku pun pudar dan lama kelamaan menjadi lemah. Saat itu, aku punya teman yang paling setia tiada duanya, cap orang tua dan gudang garam. Merekalah yang selalu merock n roll kan ruanganku.

Pikiran Kotorku

Beberapa minggu ini, aktivitasku terasa kosong, nggak menghasilkan apa-apa.
Aktivitas monoton tanpa hasil. Mungkin ini juga faktor yang membuat manusia menekan kepalanya dengan keras karena strees,nggak cuma karena banyak aktivitas saja, bahkan nggak ada aktivitas pun bisa bikin strees.
Aku pun nggak habis ide untuk memanfaatkan waktu.
Aku ingin berkisah dengan kawanku bernama Ryan.
Seminggu yang lalu Ryan tidur pagi setelah lembur semalam. Ia bermimpi mempunyai seorang budak perempuan kulit putih mirip dengan Sora Aoi.
Tanpa suatu awalan yang jelas, si budak mendekatinya yang sedang istirahat di pembaringan. Dengan senyum lebar, budak itu membuka begitu saja gaun rumbai-rumbai berwarna putih yang dikenakannya.
“tuan,” katanya manis.
Senyum mengundang dan tubuh legam yang terbuka itu kontan membuat Ryan horni. Ia bangkit dan meraih pinggang budak itu. Masih dalam mimpinya, ia berjanji akan memerdekakan si budak setelah ia selesai. Namun baru dua ayunan…
Huaaa…huuuuuaaaaaa…..huaaaa…… telpon selulernya berdering. Anj*ng.. makinya kaget. Ia lupa menyetelnya dalam mode silence. Nada panggil selulernya, bunyi teriakan orang yang volumenya di polkan. Sengaja ia pilih nada dering itu untuk iseng mengejai kawan-kawannya, tapi malah menyabotase mimpi indahnya pagi itu.
Bapak Ryan cokro aminoto, kata seorang perempuan di seberang saluran.
Jika otak Ryan sudah bekerja dengan beres, tentu ia segera menutup telponnya dan kembali tidur. Tapi, paduan hasrat yang terputus, tamparan nada panggil, dan perempuan yang menyebutkan namanya dengan lengkap ( sudah lama ia nggak dipanggil begitu ), membuat otaknya macet sehingga otomatis ia menjawab, “Pagi”.
Perempuan itu memperkenalkan dirinya sebagai salah satu agen pemasaran asuransi dan menyebut Ryan terpilih sebagai salah satu calon klien untuk polis kecelakaan.
Lagi-lagi, mesti udah disebutkan dengan jelas, karena otak Ryan belum sepenuhnya normal, mulutnya nggak sadar mengucap, “Maksudnya?”

Luna Maya dan Pekerja Malam

Cukup lama juga Luna maya nggak muncul lagi jadi pembawa acara Dasyat. Waw.. mungkin masih membekas ingatan kejadian waktu itu..( dengan ariel ).
tapi no problem, bagiku Luna maya ya Luna maya..
aku tetap ngefans sama dia.
Walaupun tanggapan orang disekitarku banyak memberikan cibiran-cibiran terhadapnya.
yah..ada yang bilang nggak tau malu, nggak punya moral,di anggap sampah dan ada juga yang bilang lebih gila lagi dari itu.
wah..wah..jika seperti ini kejadiannya, aku mulai berpikir tentang masyarakat yang selalu menggingat keburukan dibandingkan kebaikan. Atau lebih tepatnya karena keperempuanannya lah dia di cibir.
waduh..jangan sampe deh berpikiran seperti itu..
Toh..perempuan sama aja dengan laki-laki.
sama-sama manusia yang punya akal dan perasaan.
Tapi ada saja sekelompok masyarakat yang menggakunya punya susila selalu mengganggap rendah orang-orang seperti Luna dan pekerja malam pada umumnya.

***

Pernikahan is Bullshit


Sudah enam bulan aku bekerja di salah satu perusahaan pembiayaan. Selama itu juga kehidupanku tidak ditemani oleh seorang yang disebut kekasih. Selain mengurusi pekerjaan di perusahaan karena tanggungjawab sebagai karyawan, aku juga banyak melakukan bisnis kecil-kecilan diluar stautsku sebagai karyawan.
Aktivitasku memungkinkan atau lebih tepatnya menuntuk jangkauan relasi yang luas, baik dari segi melayani ataupun dilayani. Seiring dengan itu, aku mendapat banyak pandangan tentang “nikah” dari kawan-kawanku yang sudah menyatakan sikap secara resmi melepas masa lajangnya dan yang belum.
Di negaraku, pernikahan diyakini sebagai sebuah hubungan yang tidak lepas dari kehidupan setiap individu. “Siapa yang tidak ingin menikah? Setiap orang ingin menikah, memiliki keluarga dan hidup bersama pasangan kelak.” Mungkin seperti itu. Bahkan sebagian orang meyakini bahwa pernikahan adalah bagian dari ibadah menurut ajaran tertentu. Dalam bagian ini, aktivitas patriarki terasa sangat kental. Paling tidak, menurutku begitu…
Dalam keyakinan ini, pasangan atau istri diwajibkan patuh terhadap pemimpinnya yaitu suami. Suamilah yang akan mengarahkan jalan keluarga. Ini terdengar ( sedikit) egois, tapi begitulah keadaanya.
Tapi bagiku, sekarang itu bukanlah hal yang perlu dipikirkan terlalu dalam. Yang lebih penting adalah ternyata aku masih mempunyai kawan-kawan yang mau berbagi. Walaupun disibukkan dengan aktivitas masing-masing, tapi ada saja cerita setiap kali bejumpa. Sedikit cerita dan nasehat dari kawan cukup untuk membantu mendewasakan karakter.




kisah yang tanggung....

sudah dua bulan ruangku yang kecil di dunia maya berlumut..
yah..karena kesibukan kerja...

liburan kemaren..(aku lupa tepatnya tanggal berapa)..
sedikit seru..juga sedikit jengkel..
sembilan orang...
yups sembilan orang dengan delapan orang berkelamin jantan...
hahahahha.....jangan ngeres dulu...
liburan kemaren...
sembilan orang pergi berlibur ke bontang...

ups...karena sekarang waktunya terbatas...ntr ku sambung laen kali klo ada kesempatan....