internasional

nasional

cerita

Sebuah Nama

Ketika aku mencoba menuliskan beberapa bait kata tentangmu, ada banyak sekali jeda dalam detik-detiknya. seakan-akan memang otakku masih tak mampu menerjemahkannya. Walau mungkin benar aku belum bisa menterjemahkannya, atau kau.

Entah sudah detik kesekian juta berapa ketika terakhir kali kita saling bertatap wajah, atau saling memandang mata, aku bahkan tidak bisa mengingatnya. Hanya saja terakhir kita bertemu tidak lagi ada sapa sapa yang seperti itu.

Bagaimana kabar masa lalu? entah siapa diantara kita yang akan membicarakan ini lebih dulu. Mungkin saja kau, atau... siapa tau aku? Jika aku, maka antara lelah atau tidak aku terus mencoba menyibak tentang masa lalu, sebelum ada pelaminan yang kau buat megah.

Limit Kehidupan

Kejadian runtuhnya jembatan kartanegara beberapa waktu yang lalu menyadarkanku tentang satu hal nggak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan Cuma ada di lagunya andra n the backbone.
Sebagai salah satu manusia yang tinggal di Kalimantan timur, aku turut berduka atas orang-orang yang menjadi korban runtuhnya jembatan kertanegara. Pray to tenggarong.
Sungguh aneh, dengan pengetahuan dan pengalaman yang ku miliki, apa yang tidak bisa kuterima adalah bahwa kematian bisa terjadi kapan saja. Terus terang, aku kurang  bisa menerima kenyataan seperti itu dengan ikhlas. Efeknya membuatku menjadi orang yang nggak realistis, misalnya memiliki pengaharapan bisa merencanakan berapa lama aku bakal hidup.

Ini Kisahku


Kehidupan di kampung kecil.
Sabtu besok aku berencana ingin singgah di kampung yang pernah menjadi tempat tinggalku selama masa kuliah dulu. Ah, lega rasanya bisa memikirkan rencana liburan setelah tiga tahun bekerja. Sambil berbaring aku mencoba mengingat bayangan sewaktu tinggal di sana, kawan-kawanku, tetangga-tetanggaku, dan tentu saja  salah satu kembang desanya. Memikirkan itu, bibirku jadi cengar-cengir sendiri.
Tak lama, aku pun mulai merasakan otakku mulai bekerja. Seperti ada mesin didalamnya. Mengumpulkan bayangan yang berterbangan dengan urat saraf berbentuk lengan berjari lima menuju satu pusat di dalam otak, setelah terkumpul membawanya lagi masuk ke pusat penceraan bayangan yang didalamnya terdapat susunan gigi yang sudah menunggu untuk mengunyahnya. Setelah hancur, urat sarat yang lain pun mulai bergerak, mengangkat bayangan yang sudah dihaluskan ke sebuah lubang sehingga muncul sebuah memori.
Satu-demi satu bagian memori itu muncul. Perlahan- lahan terangkai secara otomatis membentuk rekaman yang berisi kenangan  masa lalu yang masih terbawa dalam brangkas kecil di dalam otak. Aku pun mulai mengingat kenangan itu.
Waktu itu, suara nyaring music Around the world milik RHCP mengagetkanku. Dinding beton pun menjadi sasaran spontan dari gerak tanganku.
Bangke..bangke..bangke…! aku pun spontan teriak sambil memegang tangan kananku yang baru saja terbentur  dinding yang berdiri kokoh disamping ranjang. Ku perhatikan baik-baik tangan kananku, jika-jika ada yang luka dan untunglah Cuma lecet sedikit. Lalu dengan santai kuraih gadget si samping ranjangku dan mematikan lagu itu.
Itu lagu alarmku. Lagu yang selalu kuggunakan untuk membasmi hama ngantuk yang masih nongrong di dalam otak. Menurutku lagu ini cocok mendapat sebutan itu. Aku suka lagu ini. Lagu ini mengingatkanku tentang harapan. The best pokoknya… Nggak tahu secara kebetulan atau tidak. Lagu ini menjadi terpilih menjadi soundtrack dari salah satu film favoritku juga. Judul filmnya  BECK LIVE ACTION.
Sekarang baru pukul tujuh pagi. Alarm sengaja ku setting akan berdering pukul itu. Ini kulakukan untuk membiasakan diri bangun lebih awal. Selain itu juga menguntunganku agar nggak telat ngantor. Namun kali ini berbeda. Kemaren aku meyerahkan surat pengunduran diriku sebelum pulang kantor kepada pimpinanku. Setelah ngobrol kurang lebih dau puluh menit akhirnya permohonan pengunduran diriku diterima. Dan hari ini aku secara resmi menyandang status pengangguran lagi.

thanks men..

Sejak aku tidak menjalin hubungan lagi dengannya ( marbun ), hal yang kurasakan mungkin saja sama dengan orang-orang yang kehilangan atau ditinggalkan sesuatu yang disayanginya. Setelah sekian waktu menjalani hal-hal  hebat bersama, sampai hal yang paling gila pun pernah kita lakukan. Namun., hal itu tidak berjalan  sesuai dengan kisah dongeng yang selalu berakhir dengan bahagia. Sebulan sejak kami menyudahi hubungan perasaanku masih nggak karuan, marah, kesal, sakit hati, jengkel. Rasa-rasa seperti itu tinggal di batinku. Bisa di bilang, gairahku akan hidup tertuju pada satu perempuan ini. Jika tak ada dia, gairahku pun pudar dan lama kelamaan menjadi lemah. Saat itu, aku punya teman yang paling setia tiada duanya, cap orang tua dan gudang garam. Merekalah yang selalu merock n roll kan ruanganku.

Pikiran Kotorku

Beberapa minggu ini, aktivitasku terasa kosong, nggak menghasilkan apa-apa.
Aktivitas monoton tanpa hasil. Mungkin ini juga faktor yang membuat manusia menekan kepalanya dengan keras karena strees,nggak cuma karena banyak aktivitas saja, bahkan nggak ada aktivitas pun bisa bikin strees.
Aku pun nggak habis ide untuk memanfaatkan waktu.
Aku ingin berkisah dengan kawanku bernama Ryan.
Seminggu yang lalu Ryan tidur pagi setelah lembur semalam. Ia bermimpi mempunyai seorang budak perempuan kulit putih mirip dengan Sora Aoi.
Tanpa suatu awalan yang jelas, si budak mendekatinya yang sedang istirahat di pembaringan. Dengan senyum lebar, budak itu membuka begitu saja gaun rumbai-rumbai berwarna putih yang dikenakannya.
“tuan,” katanya manis.
Senyum mengundang dan tubuh legam yang terbuka itu kontan membuat Ryan horni. Ia bangkit dan meraih pinggang budak itu. Masih dalam mimpinya, ia berjanji akan memerdekakan si budak setelah ia selesai. Namun baru dua ayunan…
Huaaa…huuuuuaaaaaa…..huaaaa…… telpon selulernya berdering. Anj*ng.. makinya kaget. Ia lupa menyetelnya dalam mode silence. Nada panggil selulernya, bunyi teriakan orang yang volumenya di polkan. Sengaja ia pilih nada dering itu untuk iseng mengejai kawan-kawannya, tapi malah menyabotase mimpi indahnya pagi itu.
Bapak Ryan cokro aminoto, kata seorang perempuan di seberang saluran.
Jika otak Ryan sudah bekerja dengan beres, tentu ia segera menutup telponnya dan kembali tidur. Tapi, paduan hasrat yang terputus, tamparan nada panggil, dan perempuan yang menyebutkan namanya dengan lengkap ( sudah lama ia nggak dipanggil begitu ), membuat otaknya macet sehingga otomatis ia menjawab, “Pagi”.
Perempuan itu memperkenalkan dirinya sebagai salah satu agen pemasaran asuransi dan menyebut Ryan terpilih sebagai salah satu calon klien untuk polis kecelakaan.
Lagi-lagi, mesti udah disebutkan dengan jelas, karena otak Ryan belum sepenuhnya normal, mulutnya nggak sadar mengucap, “Maksudnya?”