Sebuah Nama
Ketika aku mencoba menuliskan beberapa bait kata tentangmu, ada
banyak sekali jeda dalam detik-detiknya. seakan-akan memang otakku masih
tak mampu menerjemahkannya. Walau mungkin benar aku belum bisa
menterjemahkannya, atau kau.
Entah sudah detik kesekian juta berapa ketika terakhir kali kita saling bertatap wajah, atau saling memandang mata, aku bahkan tidak bisa mengingatnya. Hanya saja terakhir kita bertemu tidak lagi ada sapa sapa yang seperti itu.
Bagaimana kabar masa lalu? entah siapa diantara kita yang akan membicarakan ini lebih dulu. Mungkin saja kau, atau... siapa tau aku? Jika aku, maka antara lelah atau tidak aku terus mencoba menyibak tentang masa lalu, sebelum ada pelaminan yang kau buat megah.
Entah sudah detik kesekian juta berapa ketika terakhir kali kita saling bertatap wajah, atau saling memandang mata, aku bahkan tidak bisa mengingatnya. Hanya saja terakhir kita bertemu tidak lagi ada sapa sapa yang seperti itu.
Bagaimana kabar masa lalu? entah siapa diantara kita yang akan membicarakan ini lebih dulu. Mungkin saja kau, atau... siapa tau aku? Jika aku, maka antara lelah atau tidak aku terus mencoba menyibak tentang masa lalu, sebelum ada pelaminan yang kau buat megah.


